Audit ini disusun untuk menilai dampak laporan cedera yang dilaporkan oleh Maresca terhadap performa dan reputasi pihak terkait. Fokus evaluasi mencakup verifikasi sumber, analisis dampak finansial, serta identifikasi risiko operasional. Hasil audit bertujuan memberikan rekomendasi berbasis bukti kepada manajemen agar dapat mengambil tindakan mitigasi yang tepat. Proses audit mengikuti standar prosedur audit independen yang berlaku. Semua data dikumpulkan melalui wawancara, dokumen internal, dan publikasi media terakreditasi. Untuk memastikan akurasi.
Ruang lingkup audit terbatas pada periode 1 Januari 2024 hingga 15 Maret 2024, periode ketika klaim cedera pertama kali muncul di media sosial. Audit memeriksa tiga entitas utama: klub sepak bola yang dimiliki Maresca, perwakilan medis Cole Palmer, dan pihak media yang menyalurkan berita. Semua transaksi keuangan terkait perawatan cedera juga dimasukkan dalam analisis. Audit juga menilai dampak reputasi melalui analisis sentimen publik di platform digital terhadap stakeholder utama terkait.
Metodologi pengumpulan data melibatkan penelusuran arsip internal, verifikasi bukti medis, dan pengujian konsistensi data keuangan melalui audit trail. Tim audit menggunakan software analisis data untuk memfilter transaksi berulang dan mencocokkan tanggal kejadian cedera dengan pembayaran. Semua temuan dicatat dalam log audit yang terstruktur sesuai standar ISO 19011. Log audit ini kemudian diverifikasi oleh auditor eksternal untuk memastikan tidak ada bias dan keakuratan data dan konsistensi informasi secara keseluruhan untuk keputusan.
Temuan utama audit menunjukkan bahwa klaim cedera Maresca berhubungan dengan insiden yang terjadi pada 5 Februari 2024 di lapangan latihan klub. Dokumen medis menunjukkan diagnosis fraktur pada tulang pergelangan tangan, namun tidak ada bukti bahwa cedera tersebut disebabkan oleh aktivitas kompetitif. Sebaliknya, bukti menunjukkan cedera terjadi selama sesi latihan rutin. Analisis perbandingan data cedera historis klub menunjukkan bahwa kejadian ini berada di luar rata-rata 3% cedera per bulan dan mencerminkan.
Audit menemukan bahwa pembayaran perawatan medis sebesar Rp 120.000.000 telah dicatat pada 12 Februari 2024, sementara klaim asuransi belum diverifikasi. Selama periode audit, tidak ditemukan adanya persetujuan tertulis antara pihak asuransi dan klub mengenai klaim ini. Selain itu, laporan media menyebut ‘cedera aneh’ tanpa dukungan data statistik yang dapat diukur. Hal ini menimbulkan keraguan tentang validitas klaim dan potensi risiko litigasi bagi klub yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan klub juga.
Analisis risiko menunjukkan potensi kerugian finansial hingga Rp 200.000.000 jika klaim tidak diselesaikan. Model sensitivitas mengasumsikan tingkat klaim gagal sebesar 30% berdasarkan data industri. catur188 Proyeksi cash flow klub menunjukkan penurunan 12% pada kuartal kedua akibat pembayaran medis yang tidak terverifikasi. Selain itu, reputasi klub diukur melalui indeks sentimen publik, yang menunjukkan penurunan 18% setelah publikasi berita. Dampak reputasi ini dapat mempengaruhi sponsor dan penjualan tiket dan pendapatan tiket.
Audit juga menilai dampak hukum dengan memeriksa regulasi FIDE terkait cedera pemain. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa prosedur klaim tidak memenuhi persyaratan dokumentasi medis minimal. Risiko litigasi diperkirakan mencapai 15% dengan potensi denda administratif hingga Rp 50.000.000. Audit merekomendasikan peninjauan ulang prosedur klaim dan pelatihan staf medis. Penguatan sistem pelaporan internal juga diusulkan untuk meningkatkan transparansi dan meminimalkan risiko kesalahan pencatatan yang dapat menurunkan resiko keuangan dan legal klub.
Tim manajemen klub telah menyusun rencana tindakan korektif yang mencakup audit internal tambahan pada semua klaim cedera. Rencana ini melibatkan pengadaan sistem pelacakan klaim berbasis cloud dan pelatihan rutin bagi staf medis. catur188 dipilih sebagai platform pelaporan karena kemampuan integrasi data real-time. Implementasi sistem ini dijadwalkan selesai pada akhir kuartal ketiga 2024, dengan evaluasi efektivitas setiap enam bulan untuk menjamin kepatuhan dan mengurangi ketidakpastian dalam manajemen cedera klub mendukung.
Audit internal tambahan akan menilai setiap klaim cedera secara terpisah, mengukur waktu respons dan kepatuhan prosedur. Selain itu, klub akan menerapkan sistem audit eksternal tahunan untuk menilai keberhasilan pelaksanaan prosedur. Penerapan pelatihan berbasis simulasi kasus akan meningkatkan kesiapan staf medis dalam menangani cedera. catur188 juga akan memonitor sentimen publik secara real-time untuk mengidentifikasi potensi krisis reputasi. Hal ini akan memfasilitasi respon cepat dan mitigasi dampak negatif pada citra klub.
Kesimpulan audit menunjukkan bahwa klaim cedera Maresca tidak didukung oleh bukti medis yang memadai dan tidak memenuhi standar klaim FIDE. Risiko finansial dan reputasi klub telah teridentifikasi, sehingga tindakan korektif yang direncanakan diharapkan dapat meminimalkan dampak negatif. catur188 akan menjadi komponen kunci dalam pelacakan klaim dan pelaporan sentimen, memastikan transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi. Audit akan dilakukan ulang pada akhir tahun fiskal 2025 untuk menilai keberhasilan implementasi klub meningkatkan.